Transformasi teknologi digital di bidang pendidikan dan disabilitas terus mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu wujud inovasi yang lahir dari kepedulian terhadap akses komunikasi inklusif adalah program bertajuk “Isyara 3D: Inovasi Aplikasi Penerjemah Teks ke Bahasa Isyarat dengan Animasi 3D untuk Penyandang Tunarungu dan Wicara.” Program ini merupakan bagian dari implementasi Innovillage 6th yang berorientasi pada pengembangan solusi teknologi berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Kegiatan implementasi sekaligus sosialisasi aplikasi Isyara 3D dilaksanakan pada 12 Februari 2026 di SLB B Karya Murni Medan. Sekolah tersebut dikenal sebagai lembaga pendidikan yang secara khusus melayani peserta didik tunarungu dan wicara, sehingga menjadi mitra strategis dalam proses pengembangan serta uji pemanfaatan aplikasi penerjemah bahasa isyarat berbasis teknologi tiga dimensi ini.
Program inovatif ini diinisiasi oleh Tim Suarana yang terdiri dari tiga mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Khairul Nabila dari Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU, Nur Fadhilah dari FISIP, serta Fahrul Nizam dari FIKTI. Dalam pelaksanaannya, tim berada di bawah bimbingan dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU, Arief Aulia Rahman, M.Pd., CISHR, yang berperan aktif mengarahkan pengembangan inovasi agar selaras dengan kebutuhan pendidikan inklusif.
Isyara 3D dirancang sebagai aplikasi penerjemah yang mampu mengonversi teks menjadi bahasa isyarat BISINDO dalam bentuk animasi karakter tiga dimensi. Melalui teknologi ini, pengguna cukup mengetik kata atau kalimat, lalu sistem akan menampilkan gerakan bahasa isyarat secara visual. Pemanfaatan animasi 3D dipilih agar gerakan terlihat lebih hidup, jelas, dan mudah ditirukan, baik oleh siswa tunarungu maupun masyarakat umum yang ingin mempelajari bahasa isyarat.
Pelaksanaan implementasi di SLB B Karya Murni Medan diawali dengan sesi pengenalan program kepada pihak sekolah, dilanjutkan demonstrasi penggunaan aplikasi oleh tim. Para siswa kemudian diberi kesempatan mencoba langsung fitur penerjemah teks ke bahasa isyarat. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa tampak tertarik saat menyaksikan animasi gerakan isyarat muncul di layar dan mencoba menirukannya secara mandiri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, M.Hum, Kepala SLB B Karya Murni Medan, Epi Samosir, M.Psi, para guru, relawan, serta mahasiswa pelaksana. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bukti dukungan nyata terhadap penguatan inovasi teknologi bagi penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, dosen pembimbing program, Arief Aulia Rahman, M.Pd., menegaskan bahwa Isyara 3D lahir dari kepedulian terhadap keterbatasan media komunikasi yang mudah diakses penyandang tunarungu dan wicara. Ia menyampaikan bahwa aplikasi ini dikembangkan sebagai alat bantu komunikasi yang lebih adaptif guna menjembatani interaksi antara penyandang disabilitas dengan masyarakat luas.
Beliau juga menekankan bahwa teknologi seharusnya hadir sebagai solusi sosial, bukan sekadar inovasi teknis. Menurutnya, inovasi yang dibangun dari empati dan kebutuhan nyata akan memberikan dampak yang jauh lebih bermakna dalam kehidupan masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, M.Hum. Ia menilai program Isyara 3D mencerminkan kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung. Program tersebut dinilai sebagai bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan karya nyata yang menyentuh kebutuhan kelompok disabilitas, sekaligus menjadi bentuk pengabdian berbasis teknologi.
Lebih lanjut, ia berharap inovasi seperti Isyara 3D dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada tahap implementasi awal, melainkan disempurnakan serta diperluas pemanfaatannya.
Dari pihak sekolah, Kepala SLB B Karya Murni Medan, Epi Samosir, M.Psi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai aplikasi Isyara 3D memberikan pengalaman baru dalam pembelajaran bahasa isyarat karena visualisasi animasi 3D membuat gerakan lebih jelas, menarik, dan mudah dipahami siswa.
Ia juga melihat potensi besar aplikasi ini sebagai media literasi bahasa isyarat bagi masyarakat umum, sehingga komunikasi dengan penyandang tunarungu dapat terjalin lebih mudah dan setara.


Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan respon yang sangat positif. Mereka tampak lebih percaya diri saat mencoba menerjemahkan teks menjadi gerakan isyarat. Guru-guru pun menilai aplikasi ini berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran sekaligus sarana latihan komunikasi sehari-hari.
Berdasarkan hasil observasi awal, penggunaan Isyara 3D memberikan dampak signifikan. Siswa lebih mudah memahami kosakata bahasa isyarat karena disajikan dalam bentuk visual bergerak. Selain itu, aplikasi ini mendorong kemandirian belajar siswa tunarungu dan wicara tanpa selalu bergantung pada pendamping.
Di sisi lain, aplikasi ini juga berpotensi menjadi sarana edukasi inklusif bagi siswa reguler, guru, maupun masyarakat yang ingin mempelajari BISINDO. Dengan demikian, Isyara 3D tidak hanya berdampak pada lingkungan SLB, tetapi juga membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang lebih setara.
Ke depan, Tim Suarana merencanakan pengembangan fitur lanjutan, seperti penambahan kosakata, kalimat percakapan sehari-hari, integrasi suara maupun teks berjalan, serta optimalisasi animasi agar semakin realistis. Pengembangan ini diharapkan memperluas fungsi aplikasi dari sekadar penerjemah menjadi media pembelajaran bahasa isyarat yang komprehensif.
Melalui program Innovillage 6th, implementasi Isyara 3D di SLB B Karya Murni Medan menjadi bukti bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah mampu melahirkan solusi nyata bagi penyandang disabilitas. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan komunikasi.
Dengan semangat inklusivitas, Isyara 3D diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem komunikasi yang ramah bagi penyandang tunarungu dan wicara, sekaligus memperkuat peran teknologi sebagai sarana pemberdayaan sosial di Indonesia.

