Program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU, Indra Maryanti, M.Pd., melalui pendanaan Hibah RisetMu Tahun 2025 kembali menunjukkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program bertajuk “Dari Ampas Menjadi Emas: Kreativitas Ibu-Ibu Aisyiyah dalam Transformasi Ampas Susu Kedelai Menjadi Produk Bernilai Jual” menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi peluang usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama kelompok ibu-ibu Aisyiyah di Pasar 4 Bandar Khalipah yang selama ini telah memproduksi susu kedelai rumahan. Namun, ampas hasil produksi kerap terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program pengabdian ini, limbah tersebut diolah kembali menjadi produk pangan inovatif yang memiliki nilai jual di pasaran.
Ampas susu kedelai yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berhasil diolah menjadi beragam produk, seperti kerupuk kedelai, camilan sehat, hingga aneka olahan berbasis protein nabati. Proses produksi dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, kandungan gizi, serta kualitas rasa, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga layak dipasarkan secara luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan teknis pengolahan ampas kedelai. Peserta dibimbing mulai dari pemilihan bahan baku yang masih layak, teknik pengeringan yang tepat, proses pengolahan adonan, hingga metode penggorengan dan pengemasan modern. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam mendesain kemasan yang menarik agar mampu meningkatkan daya saing produk di pasar lokal.
Tidak hanya fokus pada produksi, program ini juga membekali peserta dengan wawasan kewirausahaan. Materi yang diberikan meliputi manajemen usaha sederhana, perhitungan biaya produksi dan harga jual, hingga strategi pemasaran digital. Pemanfaatan media sosial dan marketplace diperkenalkan sebagai sarana promosi yang efektif untuk memperluas jangkauan penjualan produk rumahan.
Melalui pendampingan berkelanjutan, ibu-ibu Aisyiyah tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mengalami peningkatan rasa percaya diri dalam mengembangkan usaha mandiri. Semangat kolaborasi dan kemandirian ekonomi perempuan menjadi salah satu capaian penting dari program ini. Diharapkan, kegiatan ini mampu membuka peluang usaha baru, menambah pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, program “Dari Ampas Menjadi Emas” juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah ampas kedelai menjadi produk bernilai jual merupakan bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Dengan demikian, volume limbah organik dapat ditekan sekaligus diubah menjadi sumber daya produktif.
Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan sesaat, tetapi sebagai model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi perempuan diharapkan mampu melahirkan inovasi sosial yang berdampak luas.
Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Hibah RisetMu Tahun 2025. Dukungan pendanaan dan pendampingan dari RisetMu serta LPPM UMSU menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi program di lapangan. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui program ini, dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU kembali menegaskan peran strategis akademisi tidak hanya dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam penguatan ekonomi umat serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

