Medan – Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak tiga tim mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU berhasil lolos pendanaan dalam kompetisi Innovillage 6th yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia. Ketiga tim tersebut dinyatakan masuk dalam Top 180 proposal terbaik dari 995 proposal yang diajukan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetisi Innovillage 6th dibuka pada 21 Oktober hingga 10 November 2025, memberikan waktu sekitar tiga minggu bagi peserta untuk menyusun dan mengajukan proposal inovasi berbasis pengabdian masyarakat dan teknologi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, pengumuman Top 180 dirilis pada 28 November 2025. Keberhasilan tiga tim dari Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU ini menjadi bukti nyata kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan ide inovatif yang relevan, aplikatif, dan berdaya saing nasional.
Ketiga tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMSU mengangkat tema disabilitas dengan fokus pada permasalahan pada masyarakat berkebutuhan Khusus dan keterbatasan akses pembelajaran yang adil. ketiga tim adalah Singuara, Suarana, dan Smart Faith. Seluruh proses pengembangan gagasan dilakukan di bawah bimbingan Arief Aulia Rahman, M.Pd, melalui pendampingan intensif yang mencakup diskusi rutin, pembagian tugas yang terstruktur, serta pemanfaatan berbagai sumber literatur dan teknologi digital. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi utama dalam menghasilkan proposal yang matang, baik secara konseptual maupun teknis, sehingga mampu bersaing pada tingkat nasional.

Bapak Arief Aulia Rahman, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari keseriusan mahasiswa dalam memahami isu inklusi secara kontekstual dan mengaitkannya dengan keilmuan pendidikan. “Saya mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar membuat inovasi yang bersifat teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial. Tema inklusi menuntut empati, ketepatan sasaran, dan keberanian menawarkan solusi yang realistis. Alhamdulillah, ketiga tim mampu menunjukkan hal tersebut melalui proposal yang mereka susun,” ungkapnya. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam proses pengembangan ide, mahasiswa menemukan berbagai tantangan sosial dan edukatif yang dihadapi mitra sasaran, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, serta akses terhadap media pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut justru memperkuat motivasi tim untuk merancang solusi inovatif yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga realistis dan berdampak langsung. Meskipun waktu penyusunan relatif singkat dan proses seleksi cukup menantang, ketiga tim tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dosen pendamping Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian mahasiswa bimbingannya yang berhasil lolos pendanaan Innovillage 6th. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari keseriusan mahasiswa dalam menggali masalah, menyusun solusi berbasis keilmuan pendidikan, serta keterbukaan terhadap masukan selama proses pendampingan. Ia juga menekankan bahwa meskipun sebagian mahasiswa masih berada pada tahap awal studi, mereka mampu belajar mandiri dan mengembangkan gagasan inovatif secara kritis.
Ke depan, diharapkan ketiga tim Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU dapat melanjutkan capaian ini hingga tahap implementasi dan seleksi lanjutan. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMSU sebagai program studi yang aktif mendorong inovasi, pengabdian masyarakat, dan penguatan kompetensi mahasiswa melalui ajang kompetisi nasional.
SK TOP 180 Innovillage 6th. Unduh

